Jumat, 11 Agustus 2017
4. JK : Malu Kita Masih Ribut Soal Garam
Membuka Perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional 2017 di Makassar, Sulawesi Selatan, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyempatkan diri untuk menyinggung kembali masalah kelangkaan di Indonesia. Dirinya mengaku malu melihat Indonesia masih menyebutkan garam.
" Tak ada negara lain yang sehebat Indonesia soal Garam. Coba, Pernah dengar Thailand dan Malaysia ribut soal garam? semua orang selesai kita belum selesai" ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla di Makassar, Kamis 10 Agustus 2017.
Sebagaimana diketahui, Indonesia sedang mengalami kelangkaan beras saat ini, baik garam konsumsi maupun industri. Hal ini membuat harga garan jenus apapun naik berkali lipat di pasaran dan memaksa pemerintah untuk mengimpor barang industri.
Jusuf Kalla melanjutkan bahwa masalah garam sebenarnya identik dengan kemiskinan. Semakin tinggi kebutuhan akan garam katanya, bisa dikatakan sebuah negara makin miskin karena garam malah menjadi pelengkap makan, bukan sebagai bumbu.
Wakil Presiden Jusuf Kalla tak mau Indonesia sampai dianggap miskin. Oleh karenanya, kata dia, pemerintah sekarang berusaha keras untuk segera menyelesaikan masalah garam secepat mungkin agar tak tertinggal dari negara lain.
"Kalau makin tinggi konsumsi dan kebutuhan gula kita, nah itu malah tandanya kita makin kaya" ujarnya sambil terkekeh.
Perihal solusi pemerintah untuk menyelesaikan masalah kelangkaan garam, Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali mengatakan bahwa PBBT ( Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) sudah melakukan kajian soal teknologi peningkatan produksi garam. Namun itu harus didukung dengan ekstentifikasi lahan yang mudah.
"Kemarin BPPT bilang sanggup untuk menambahkan produksi garam, mari kita tunggu hasilnya Semoga nggak ribut lagi soal" ujarnya mengakhiri.
BOCAH SD DI SUKABUMI TEWAS, LUBANG TELINGANYA DISUMPAL KERIPIK DAN DISIRAM AIR
Siswa kelas 2 SD di desa HegarmanaHegarmana
Sukabumi seorang bocah berseragam Sekolah Dasar (SD) ini mendadak ramai jadi perbincangan netizen.
Tampak pada foto, bocah tersebut sedang berbaring dengan alas tikar.
Matanya terpejam dan wajahnya sudah pucat pasi.
Ia masih mengenakan seragam sekolahnya saat dikabarkan meninggal dunia.
Yang membuat geram, kabarnya ia meninggal dunia setelah mengalami bully dan tindak kekerasan dari teman sekelasnya.
Rupanya, bocah itu merupakan siswa kelas II SD di Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Diposting oleh akun Instagram @nie_kha, bocah itu sempat dibawa ke puskesmas namun nyawanya sudah tidak tertolong.
Ia dilaporkan pingsan di sekolah usai dipukul temannya.
Begini keterangan yang ditulis :
Ijin share untuk para orang tua dirumah Innalillahi wainna ilaihi roojiun……
Pembulian dan tindakan kekerasan antar teman sekolah kembali terjadi, dan memakan korban jiwa. Terjadi pada Anak SD.
Siswa SDN Longkewang Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa Dipukul Teman Sekelas
Kejadian selasa, 8 agustus 2017 Sekitar pukul 06:30wib
Kronologi…..
Seorang siswa kelas II SD, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meregang nyawa setelah dipukul teman sekelasnya, Selasa (8/8/2017).
Menurut kakak kandung SR, Abdurohim (37 tahun) warga kampung Citiris RT, 05/06, Desa Hergarmanah Kecamatan Cicantayan, ia mendapat kabar adiknya tewas sekitar pukul 06.30 WIB.
“Saat itu teman-temannya mengadu SR pingsan setelah dipukuli temannya,” terang kakak kandung SR.
Mendapat kabar, Abdurohim langung menuju sekolah.
Ia melihat adiknya terkapar, dan langsung memegang denyut nadi SR. “Saat saya pegang sudah tidak berdenyut nadinya,” kata dia.
Kemudian SR di bawa ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan, namun pihak Puskesmas mengatakan SR sudah meninggal dunia.
Mendapat kabar adiknya meninggal dunia, Abdurohim membawa SR ke RSUD Sekarwangi guna otopsi.
Abdurohim mengatakan, berdasarkan keterangan dari teman-teman SR, adiknya dipukul oleh temannya hingga terjatuh.
Tak hanya dipukul, telinga SR disumbat menggunakan keripik, dan disiram dengan minuman ringan.
“Saya dan keluarga sedang berembuk untuk penyelesaian kasus ini. Dan kami meminta kasus ini diusut tuntas,” katanya.
Kini kasus pemukulan yang menyebabkan siswa kelas II SD meninggal ditangani Polsek Cibadak.
Dikutip dari Kompas.com, peristiwa nahas ini menimpa SR, pelajar kelas 2 SDN Longkewang, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan.
Saat ini perkaranya sedang diselidiki jajaran Polres Sukabumi.
Informasi yang diterima dari Polres Sukabumi menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi Selasa pagi.
Korban diduga berkelahi dengan salah seorang temannya DI, di halaman sekolah.
Hal tersebut awalnya diketahui Wali Kelas 2, Ruhiyat yang sempat berpapasan dengan DI dalam kondisi menangis.
Saat ditanya gurunya, DI mengakui telah berkelahi dengan SR hingga tidak sadarkan diri di halaman sekolah.
"Mendengar pengakuan siswanya, Ruhiyat langsung ke lokasi dan langsung membawa SR ke ruang kesehatan sekolah," kata Kepala Polres Sukabumi, AKBP Syahduddi kepada Kompas.com Selasa petang.
Dia menuturkan guru Ruhiyat bersama para guru lainnya berusaha menolong korban dan akhirnya korban dibawa ke Puskesmas Cicantayan.
Namun saat diperiksa di Puskesmas, korban sudah meninggal dunia.
"Sekarang perkaranya masih dalam penyelidikan."
"Jenazah diautopsi di RSUD Sekatwangi untuk mengetahui penyebab kematiannya," ucap mantan Kepala Polres Kuningan itu.
Sukabumi seorang bocah berseragam Sekolah Dasar (SD) ini mendadak ramai jadi perbincangan netizen.
Tampak pada foto, bocah tersebut sedang berbaring dengan alas tikar.
Matanya terpejam dan wajahnya sudah pucat pasi.
Ia masih mengenakan seragam sekolahnya saat dikabarkan meninggal dunia.
Yang membuat geram, kabarnya ia meninggal dunia setelah mengalami bully dan tindak kekerasan dari teman sekelasnya.
Rupanya, bocah itu merupakan siswa kelas II SD di Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Diposting oleh akun Instagram @nie_kha, bocah itu sempat dibawa ke puskesmas namun nyawanya sudah tidak tertolong.
Ia dilaporkan pingsan di sekolah usai dipukul temannya.
Begini keterangan yang ditulis :
Ijin share untuk para orang tua dirumah Innalillahi wainna ilaihi roojiun……
Pembulian dan tindakan kekerasan antar teman sekolah kembali terjadi, dan memakan korban jiwa. Terjadi pada Anak SD.
Siswa SDN Longkewang Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa Dipukul Teman Sekelas
Kejadian selasa, 8 agustus 2017 Sekitar pukul 06:30wib
Kronologi…..
Seorang siswa kelas II SD, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meregang nyawa setelah dipukul teman sekelasnya, Selasa (8/8/2017).
Menurut kakak kandung SR, Abdurohim (37 tahun) warga kampung Citiris RT, 05/06, Desa Hergarmanah Kecamatan Cicantayan, ia mendapat kabar adiknya tewas sekitar pukul 06.30 WIB.
“Saat itu teman-temannya mengadu SR pingsan setelah dipukuli temannya,” terang kakak kandung SR.
Mendapat kabar, Abdurohim langung menuju sekolah.
Ia melihat adiknya terkapar, dan langsung memegang denyut nadi SR. “Saat saya pegang sudah tidak berdenyut nadinya,” kata dia.
Kemudian SR di bawa ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan, namun pihak Puskesmas mengatakan SR sudah meninggal dunia.
Mendapat kabar adiknya meninggal dunia, Abdurohim membawa SR ke RSUD Sekarwangi guna otopsi.
Abdurohim mengatakan, berdasarkan keterangan dari teman-teman SR, adiknya dipukul oleh temannya hingga terjatuh.
Tak hanya dipukul, telinga SR disumbat menggunakan keripik, dan disiram dengan minuman ringan.
“Saya dan keluarga sedang berembuk untuk penyelesaian kasus ini. Dan kami meminta kasus ini diusut tuntas,” katanya.
Kini kasus pemukulan yang menyebabkan siswa kelas II SD meninggal ditangani Polsek Cibadak.
Dikutip dari Kompas.com, peristiwa nahas ini menimpa SR, pelajar kelas 2 SDN Longkewang, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan.
Saat ini perkaranya sedang diselidiki jajaran Polres Sukabumi.
Informasi yang diterima dari Polres Sukabumi menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi Selasa pagi.
Korban diduga berkelahi dengan salah seorang temannya DI, di halaman sekolah.
Hal tersebut awalnya diketahui Wali Kelas 2, Ruhiyat yang sempat berpapasan dengan DI dalam kondisi menangis.
Saat ditanya gurunya, DI mengakui telah berkelahi dengan SR hingga tidak sadarkan diri di halaman sekolah.
"Mendengar pengakuan siswanya, Ruhiyat langsung ke lokasi dan langsung membawa SR ke ruang kesehatan sekolah," kata Kepala Polres Sukabumi, AKBP Syahduddi kepada Kompas.com Selasa petang.
Dia menuturkan guru Ruhiyat bersama para guru lainnya berusaha menolong korban dan akhirnya korban dibawa ke Puskesmas Cicantayan.
Namun saat diperiksa di Puskesmas, korban sudah meninggal dunia.
"Sekarang perkaranya masih dalam penyelidikan."
"Jenazah diautopsi di RSUD Sekatwangi untuk mengetahui penyebab kematiannya," ucap mantan Kepala Polres Kuningan itu.
Anggota TNI yang pukul polisi ditahan di PN Pekanbaru
Serda WS ditahan Polisi Militer usai melakukan pemukulan kepada anggota Satlantas Polresta Pekanbaru, Bripda Yoga Vernando di Jalan Jendral Sudirman, kota Pekanbaru Kamis siang(10/8).
Komandan Resort militer 031/ Wirabima Brigjen TNI Abdul Karim menyesalkan peristiwa yang dilakukan anggotanya tersebut. Dia juga mengutarakan permintaan maaf.
"Kami semua mengaturkan mohon maaf sebesar-besarnya kepada jajaran Polri khususnya jajaran Polda Riau" kata Brigjen TNI Abdul Karim dari ruang tahanan Detasemen polisi Militer kota Pekanbaru tempat Serda WS ditahan, Jumat 11/8).
Saat itu, Yoga melintas di jalan dan melihat Serda WS tidak menggunakan helm serta sepeda motor yang tidak standar aturan lalu lintas.
Tak senang di tegur, Serda WS berhenti dan mengejar Bripda Yoga Vernando lalu memukul helm yang digunakannya.
Bahkan WS kembali menendang sepeda motor yang dikendarai Yoga dan berniat kembali menyerangnya.
Masyarakat yang melihat pun tidak ada yang berani melerai.
Abdul Karim menyebutkan, atas tindakan tersebut, Sekda WS langsung ditahan Detasemen Polisi Militer kota Pekanbaru. Aksi pemukulan tersebut direkam sejumlah masyarakat yang kebetulan berada di lokasi serta pengendara yang melintas.
Download video WS tidak mengenakan helm dan memakai seragam TNI AD lengkap.
Saat ini video tersebut telah menyebar luas dan viral di berbagai media sosial Indonesia.
"Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia kepada yang menonton video itu" kata Karim
Kapolres Kota Pekanbaru Kombes Pol Susanto membenarkan adanya aksi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seorang anggota TNI.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, pada Kamis (10/8).
Peristiwa tersebut, berawal saat seorang personal lalu Lintas Pekanbaru, Bripda Yoga Vernando sedang melaksanakan kegiatan rutin (patroli) di jalan Jendral Sudirman dengan menggunakan sepeda motor.
"(Kemudian) personal Polantas tersebut beriringan dengan oknum anggota TNI yang tidak pakai helm" kata Susanto.
karena melihat anggota TNI tersebut tidak menggunakan helm, lantas Yoga memberhentikannya. t
Tujuannya untuk mengingatkan anggota TNI itu dengan cara menegurnya.
"Anggota TNI tersebut mengejar Bripda Yoga dan menabrak motornya dari belakang. Selanjutnya memukul helm Bripda Yoga empat kali" ujarnya.
Dengan adanya peristiwa tersebut pihak kepolisian langsung melakukan komunikasi dengan pihak TNI. Lalu diketahui bahwa anggota TNI tersebut bernama Wira Sinaga yang berpangkat Serda yang berdinas di Korem Pekanbaru.
"Selanjutnya sekitar pukul 19.30 Kapten Latif Karim Intel Korem, mendatangi Bripda Yoga untuk meminta maaf terkait insiden tersebut pungkas Susanto.
Kalelawar Hendak Bersarang, Petugas Kebersihan UNIB Pasang Jaring
UNIB, 31/07, petugas kebersihan di Fakultas Fisip universitas Bengkulu menghalangi kalelawar liar bersarang. Terlihat digantungkannya jaring-jaring yang sengaja dipasang untuk menghalangi kalelawar-kalelawar masuk ke ruang belajar yang biasanya digunakan mahasiswa universitas Bengkulu untuk belajar.
Di duga karena sepinya aktivitas di kampus karena adanya jadwal libur semester, hewan yang beraktivitas pada malam hari ini masuk dan membuat sarang di ruangan belajar.
Dengan cekatan para petugas kebersihan di fakultas fisip membuat jaring agar tidak bertambahnya kalelawar liar.
Beberapa kalelawar tampak tersangkut pada jaring yang sengaja di gantungkan oleh petugas kebersihan.
Mpempek Kates, Cemilan Sehat ala Anak Kost
Siapa yang lagi menyandang status jadi anak kost nih? Yang hobby ngemil? Wah biasanya anak kost suka ngemil-ngemil nih.
Buat kamu anak kost yang hobby ngemil, aku ada satu resep masakan yang dijamin mudah cara pembuatannya serta bahan sesuai budget anak kos dan pastinya rasanya juga enak. Penasaran? Cekidot.
Bahan :
1. Tepung Terigu ½ Kg
2. Sagu ½ Kg
3. Pepaya Muda
3. Air 250 Cc
4. Bawang Putih 6 siung di haluskan
5. Udang kering di haluskan
7. Merica
8. Garam
Cara Membuat:
1. Tepung Terigu dicampur dengan air 250 Cc lalu dimasak hingga mengental dan berbentuk pasta.
2. Tepung Terigu yang sudah berbentuk pasta tersebut kemudian didiamkan sebentar lalu tambahkan Tepung Sagu ½ Kg kemudian aduk rata hingga adonan mudah dibentuk dan tidak menempel pada tangan.
3. Parut Pepaya Muda tipis-tipis berbentuk korek api.
4. Tumis Bawang Putih dan Udang kering yang sudah dihaluskan.
5. Saat aroma tumisan sudah tercium, masukkan parutan Pepaya Muda, tumis hingga pepaya bertekstur lembut.
6. Tambahkan merica dan garam sesuai selera
7. Bentuk adonan pasta menjadi bulat seperti bola, lalu tekan ke dalam sehingga dalamnya dapat diisi dengan Pepaya yang sudah ditumis.
8. Lalu satukan bagian kiri-kanan adonan hingg menutup tumisan Pepaya. Eratkan pinggirannya agar tumisan pepaya tidak keluar saat digoreng.
9. Mpempek Kates siap digoreng.
Maaf lupa foto yang sudah digoreng hehe.
Mudah kan? Cocok untuk anak kost yang bosan makan-makanan instan. Kamu yang suka masak dan suka bereksperimen wajib coba ini😉
Buat kamu anak kost yang hobby ngemil, aku ada satu resep masakan yang dijamin mudah cara pembuatannya serta bahan sesuai budget anak kos dan pastinya rasanya juga enak. Penasaran? Cekidot.
Bahan :
1. Tepung Terigu ½ Kg
2. Sagu ½ Kg
3. Pepaya Muda
3. Air 250 Cc
4. Bawang Putih 6 siung di haluskan
5. Udang kering di haluskan
7. Merica
8. Garam
Cara Membuat:
1. Tepung Terigu dicampur dengan air 250 Cc lalu dimasak hingga mengental dan berbentuk pasta.
2. Tepung Terigu yang sudah berbentuk pasta tersebut kemudian didiamkan sebentar lalu tambahkan Tepung Sagu ½ Kg kemudian aduk rata hingga adonan mudah dibentuk dan tidak menempel pada tangan.
3. Parut Pepaya Muda tipis-tipis berbentuk korek api.
4. Tumis Bawang Putih dan Udang kering yang sudah dihaluskan.
5. Saat aroma tumisan sudah tercium, masukkan parutan Pepaya Muda, tumis hingga pepaya bertekstur lembut.
6. Tambahkan merica dan garam sesuai selera
7. Bentuk adonan pasta menjadi bulat seperti bola, lalu tekan ke dalam sehingga dalamnya dapat diisi dengan Pepaya yang sudah ditumis.
8. Lalu satukan bagian kiri-kanan adonan hingg menutup tumisan Pepaya. Eratkan pinggirannya agar tumisan pepaya tidak keluar saat digoreng.
9. Mpempek Kates siap digoreng.
Maaf lupa foto yang sudah digoreng hehe.
Mudah kan? Cocok untuk anak kost yang bosan makan-makanan instan. Kamu yang suka masak dan suka bereksperimen wajib coba ini😉
Langganan:
Postingan (Atom)













